Happiest Birthday, Daddy! #latepost

Happiest Birthday, Daddy!
Ucapan klasik yang tiap tahun terdengar, tapi maknanya tidak demikian.
Setiap tahun, ada saja cerita baru yang bisa aku kagumi dari sosok Papa.

ada sebuah pepatah mengatakan
"ayah terbaik didunia adalah ayah yang selalu dikagumi anak perempuannya"
dan ya. Papa ku salah satunya.

Papa membuktikan lewat perjalanan hidupnya, sampai detik ini, bahwa ia pantas untuk dikagumi. Papa berjuang membangun kepribadiannya sedemikian rupa, menahan diri dari berbagai keluh kesah, mengusahakan setiap pekerjaan tangannya, bertekun didalam doa bersama, dan selalu berharap kepada Tuhan; sang Pencipta yang berdaulat dalam kehidupan Papa.
 
Papa banyak memegang peranan penting dimanapun Papa berada.
Papa tidak hanya kepala keluarga, tapi Papa juga seorang Majelis di gereja, ketua RT di lingkungan rumah, ketua adat yang dipercayakan dalam berbagai kegiatan adat (0.0), pengajar, sekaligus pegawai. Papa adalah seorang role model ayah terbaik bagi anak - anaknya, role model terbaik bagi abang - abangku yang sekarang telah (akan) menjadi kepala keluarga dan ayah (kelak).

Aku selalu tahu cerita klasik dibelakang perjalanan hidup Papa.
Bagaimana Papa berjualan es mambo sekedar untuk menambah uang jajannya sewaktu SMA;
Bagaimana Papa nekat ke Jakarta untuk bertekad memperbaiki kehidupannya;
Bagaimana Papa selalu mampu mengirimkan uang untuk sekolah kakaknya dimedan padahal pun uangnya belum tentu cukup untuk dirinya.
Kau tahu tidak, terlebih penting adalah....ketika Papa melakukan itu semua, kondisi ekonomi Opungku dalam keadaan yang sangat baik. Tapi tidak pernah sedikit pun Papa bermanja atas hal itu.

Dan ya, aku selalu tau cerita klasik ketika Papa bisa jatuh cinta dengan Mama hanya karena.....
'Mama mu pintar berdoa. Dia dulu yang pimpin doa pas Uda Rendi sakit. Dan doa dia bagus sekali'

Kisah perjalanan Papa selalu menginspirasi perjalanan hidupku. Jangan manja tetapi bertekunlah.
Kisah perjalanan Papa yang selalu membuatku membangun kepribadianku sedemikian rupa.

Papa adalah pengamat aktif perjalanan hidup anak - anaknya.
Aku selalu lucu ketika Papa menjaga anak perempuannya yang beranjak dewasa.
"Hati - hati dijalan ya, Rin. Kabarin kalau sudah sampai"
"Rin, dimana? kok Bapak ga dikabarin?"
 "Udah ketemu Abang? udah dijemputkan?"
"Udah tunggu aja disana ya, Bapa yang jemput"

Tapi meskipun begitu, aku tidak selalu dimanja oleh Papa, sebab Papa tegas dalam beberapa hal.
I love the way my daddy treats me. 
Papa memperlakukan aku sebagai wanita dewasa yang tau mengatur dirinya, tau mengatur waktunya, tau mengambil keputusan terbaik bagi diri sendiri, wanita yang memiliki visi dan dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan.

 
"Pa, bisa tolong print semua kontak Kantor Akuntan Publik yang kemarin papa kasih? Kemarin hilang. Aku takut ga sempat untuk bisa tulis proposal skripsi dengan deadline yang seperti ini"

"Jadi kamu skripsi atau magang? jadi tidak bisa ya lulus semester depan?"

"Bisa - bisa pap, kita usahakan dulu yang terbaik"

"Oke inang, mana yang terbaik ajalah. GBU"

Berkomunikasi dengan Papa adalah salah satu cara aku mendapatkan sebuah semangat yang baru.
Percakapan diatas sangat cukup membuat aku berlari lagi untuk bertekun akan apa yang aku hadapi sekarang.

Papa memposisikan aku sebagai rekan kerjanya, yang berlaku profesional.
"Rin, Bapak besok ngajar nih. Tolong buatkan dulu ya materi dan 20 soal terkait materi itu. Tentang Kredit untuk Usaha Mikro. Gampang kan? Udah dipelajari kan dikampus? Sama jangan lupa masukin cara perhitungan bunga kredit, yang pake metode bunga efektif ya. Bisa kan? Lihat email Bapa sebagai guideline. Cek coba disana. Nanti dikasih komisiiii deh....."

atau terkadang Papa membuat kami satu sepenanggungan didalam kehidupan bersaudara.
"Kalau Anggi jadi di Singapur, setiap anak Bapak kasih 1 juta tiap bulan bisalah itu.Dari kamu 1 juta. Jadi 4 juta sebulan, bisalah itu ya."
"Loh, bukannya emang gitu ya Pap? Abang - abang juga udah pada setuju kok patungan. Angginya ajakan yang masih mau FK UI. Yaudah kita lihat aja nanti"

The last one, hal yang paling membuat aku bangkit lagi ketika 'demot dengan segala aktivitas':
"Kenapa tidak bisa? Dimana yang susah? Semua bisa Rin kalau belajar" atau sesekali
"Belajarlah, ambil yang kamu suka. Bapak akan dukung setiap kebutuhan ekonomi yang diperlukan. Sekolah yang tinggi, kalau Bapak masih sanggup akan Bapak biayai. Ada abang - abang juga yang dukung"

 Daaaann...... hal yang paling nyata dihatiku
"Kepribadian Papa adalah proses pembentukan dari Tuhan. Kepribadian yang sekarang aku temui adalah buah doa dari Mama, buah doa dari Alm. Gembala Sidang dan dari semua anaknya yang sepakat dalam doa. Kepribadian inilah yang membuat aku mengagumi Tuhan, sebab siapalagi yang bisa mengubahkan hati dan pikiran manusia?"

warm regards,
 


Komentar

Postingan Populer