Hai Wanita, ini Tulisan Untukmu pt 2

Aku tau isi hati wanita, ya karena aku wanita.
Aku tau, ketika seorang wanita siap dalam sebuah komitmen; hal yang paling dia rindukan adalah seorang pendamping terbaik; untuk dirinya dan kelak anak - anaknya. Dia membutuhkan pria yang mau berkomitmen, bukan pria yang sekedar ingin lewat dalam kehidupannya. 
Bukankah begitu hai kaum hawa?

Banyak wanita berpikir bahwa yang dapat memuaskan batin-nya adalah menjadi pendamping dari seorang Pria Idaman terbaik pilihan hatinya. Mengakhiri masa penantian, mengikatnya dalam sebuah janji pernikahan kudus dan bersiap - siap menciptakan generasi - generasi imut yang super.
Dia merasa bahwa, pernikahanlah sumber kebahagian.

Didalam masa penantian akan Pria Idaman itu, wanita tersebut mulai mencari sumber kebahagiaanya untuk sementara waktu. Dia berpetualang sekuat tenaga untuk mempercepat proses bertemu dengan si Pria Idaman itu, mulai merekayasa sejumlah perjumpaan dengan Pria itu.
Wanita mulai aktif didalam organisasi yang jumlah 'Pria-yang-Segambar-Idamannya' itu berlimpah - limpah; dia kemudian aktif untuk menghabiskan waktu diluar dengan sejumlah temannya berharap temannya akan mengenalkan dia dengan 'Pria-yang-Semoga-Serupa-dengan-Idamannya' itu; dia kemudian mulai mempercantik penampilannya setiap hari, makin hari makin cantik, makin menawan, dan makin memikat demi siap setiap saat (kayak rexona ya) jikalau sang 'Pria-Idaman-Hatinya' berjumpa dalam sebuah momentum; oh tidak lupa, update kehidupannya di social media dengan foto - foto cantiknya yang bertebaran berharap 'Pria-Idamannya-di-Duniamanapun' itu tak sengaja stalking accountnya; oh atau mulai menjalin hubungan jangka pendek dengan 'Pria-yang-dikira-Idamannya' supaya banyak belajar sifat pria jadi dimasa mendatang siap untuk 'Pria-yang-Beneran-Idamannya' itu.

p.s :

Aku sebagai wanita tidak against dengan make-up ataupun foto - foto cantik kita yang bertebaran. ya kalau memang cantik tidak bisa disembunyikan, yaudah gapapa bonus buat kaum hawa ^.^ hehehe. Tapi ya, aku berharap, jangan sampai 'Pria-Idaman' itu merasa ditipu setelah dia lihat kamu tanpa make-up :(

Setidaknya itu yang (mungkin) memuaskan wanita didalam masa - masa penantiannya.

Iya, aku paham hai wanita. Tapi menurutku, itu sama sekali tidak perlu dilakukan kalau motivasinya masih driven by 'Pria-Idaman-Antah-Berantah' itu. you just waste your time untuk sesuatu yang (kelak) akan membuat mu kecewa. Masa penantianmu bisa dijadikan waktu yang sangat berharga untuk menyelami karya Tuhan terbaik melalui apapun yang kamu kerjakan. Apa aja? Oke, aku sharing pengalamanku.

Waktu pertama kali aku putus (dengan yang aku kira 'Pria-Idaman-Masa-Kini-dan-Masa-Depan' - iya karena pertama kali dan lumayan lama begitulah), sedihnya luar biasa sist.... #yacurhat. Iya, wajar untuk sedih, tapi jangan kelamaan ya hai Wanita! Sebab sesungguhnya, Tuhan yang Maha Tahu itu....sedang membuat sebuah cerita yang lebih indah dibandingkan pusat 'Pria-Yang-Dikira-Idamanmu' itu.


Aku banyak menerima opini dari lingkunganku demikian:

"Rinda putus tenang aja ya, tenang seperti tidak terjadi apa - apa, masih ketawa - ketawa dikampus, masih fokus belajar, masih bisa ngajar dan beraktivitas kayak ga ada apa - apa. Kayaknya dulu aku putus desprate banget, aduh susah melakukan aktivitas"

aku ucapkan terimakasih atas opininya, dan sederhana aku menjawab:

"God overcomes it, terimakasih ya :)"
serius! aku bohong dong kalau bilang biasa aja kok; emang aku ga sedih. sejujurnya ya aku sedih memang; ada rasa pengen tidur aja seharian, mengendap aja ah dikamar, males ngapa-ngapain, ga fokus juga mau ngapa-ngapain, udah kayak pengen skip 1 tahun -.-' tapi aku tahu ini bodoh kalau dilakukan.

Aku akhirnya menyatakan kesedihanku pada Tuhan dan berkata 'tolong tunjukan Tuhan, apakah ini yang terbaik? dan biar seiring waktu aku melihat apa jawabannya' dan kemudian aku melangkah (bukan melanjutkan tidur atau mewek-mewek ga jelas).

Nah kebetulan........waktu itu adalah masa - masa menjelang UAS (gila ga tuh putus pas mau ujian, lihat buku makin ga doyan hahahaha) tapi, another trend kalau lagi ujian adalah meningkatnya demand atas jasa guru les Mata-Kuliah-Akuntansi-Yang-Selalu-Menjadi-Momok-Keganasan-Bagi-Sejumlah-Mahasiswa-Akuntansi. Banyak yang tawarin aku dan mempercayai aku untuk memberikan ilmu yang aku tau ini kepada mereka. Waktu aku masih pacaran, ini tawaran aku tolak - tolak semua...soalnya, organisasi sudah padatkan, dan biasanya malam aku gunakan untuk makan malem bareng dan nyicil belajar untuk ujian.

Nah, begitu putus, tawaran itu aku terima semua hehehehehe. Kegiatan aku sebenarnya sudah cukup pada saat itu (note: organisasi dengan 5 proker jalan bersamaan, 8 mata kuliah + 4 kelas asistensi), tapi sengaja aku tambahin padat supaya kos-an hanyalah tempat untuk doa-cuci kaki-tidur. Aku pulang hanya 3 minggu sekali, aku gunakan hari Sabtu untuk mengajar dari jam 8 pagi hingga 10 malam (ini serius, soalnya sekali ngajar aku bisa ajar 3-4 group belajar dengan mata kuliah berbeda - beda). Tanpa sadar, dari kegiatan itu Tuhan memperkenalkan aku ke orang - orang baru, teknik - teknik baru dalam mengajar (iya karena kadang aku menemukan orang yang harus pakai contoh realistis terhadap akun - akun yang tidak realistis; jadi ini mengasah kreativitas), aku dipercayai mengajar anak yang lebih tua (awalnya takut tapi akhirnya Tuhan memberikan hikmat), dan sampai pada suatu momen dimana Tuhan melimpahkan pundi - pundi uangku; 2,2 juta (note: waktu itu belum jadi asdos, dan ini dalam kurun waktu 1 bulan). Hahahaha gokil gak tuh? Iya sih masih dibawah PTKP (penghasilan tidak kena pajak) tapi buatku itu udah jumlah yang banyak soalnya kan aku masih mahasiwi :"


Dari uang itu, setelah dikasih untuk ucapan syukur, kasih ke mama-papa, akhirnya aku bisa beli hal - hal yang aku inginkan wkwkwkwk (tentunya masih didampingi mama #hehehehe); dan ke sisanya liburan ke Jogja! senang!

Waktu itu masih awal - awal putus, sedih masih ada, jadi waktu liburan aku pakai sepenuhnya untuk koreksi diri, persiapin diri lagi dari awal; aku dibantu Mama dan Papa; lingkungan dan sahabat terdekat yang luar biasa baik. Mereka mengoreksi sikapku yang salah, tetapi disisi lain pesan ini terus yang mereka sampaikan: They said "Makin baik ya kamu setelah putus, keep going! You deserve a better one. God will provide it, just at His time."

note:

Untuk wanita, carilah dan minta Tuhan berikan lingkungan yang tepat untuk kita bisa tumbuh sebagai wanita semakin hari semakin penuh kasih, penuh kelemah-lembutan, dan penguasaan diri. Lingkungan sangat signifikan mempengaruhi cara pandang kita. Jadi tolong, carilah lingkungan yang mengoreksi kesalahanmu, dan disaat yang sama mereka juga memperkenalkanmu lebih dekat lagi dengan Tuhan.

Waktu berlalu begitu cepat,

Aku mulai fokus kepada pelayanan di Persekutuan Oikumene, dimana aku menyatakan komitmenku.
Aku mulai ikut PMKJ (acara dari perkantas yang disediakan untuk pengurus, untuk mendukung pertumbuhan rohani mereka). Aku mulai mencoba untuk menjadi pelayan mimbar ya sebagai keyboardist di Persekutuan Jumat dan gitaris di Persekutuan Doa (sesuatu yang sangat baru dan yaampun aku bersyukur dikasih kesempatan ini, karena aku jadi belajar lagi heheheh ^.^);
Aku mulai daftar sebagai Asisten Dosen dan mengajar adalah hal menyenangkan buat aku. Coba bayangin ya, jatahku itu sebenarnya 2 sks berarti 10 kali pertemuan aja....... Tapi anak - anak ingin pertemuannya ditambah hehehe dan aku sangat-sangat-sangat senang bisa bantu mereka memahami ilmu yang luar biasa ini.

Itu aku lakukan not driven by "Pria-Idaman-Semoga-Cepat-Tuhan-Kasih" tapi sederhananya, karena inilah ucapan syukur yang bisa aku kasih karena Tuhan sangat membantu (melalui cara apapun) disaat proses itu dan aku tidak sekali - kali terhilang arah; dan aku berharap Tuhan kedepannya membentuk aku menjadi wanita yang cantik (lahir &batin) :)


Aku melihat bahwa dikolong langit ini perpisahan pasti ada bahkan yang sudah diikat dengan pernikahan kudus (ya dengan kematian misalnya).

Dan aku melihat bahwa bukanlah pernikahan atau tetap berpacaran dengan si 'Pria-yang-Aku-Kira-Idaman' itulah yang mampu membuatku bahagia, melainkan Tuhan dengan sejumlah alur cerita yang diluardugaan & damai sejahtera yang melampaui segala akal. Seiring waktu semakin jelas bahwa putus itulah jalan terbaik; tidak menyesal sama sekali.
Aku belajar juga dari sahabat terdekatku, Sheila.
Ya, Tuhan tau isi hatinya dan Ia memberikan tepat pada waktu-Nya.
Cerita ini inspiring menurutku. Maaf ya shel diceritain, tapi ini inspiring :)

Adalah seorang pria yang berinisial G (bukan Gultom ya ._.) yang sudah lama mendoakan Sheila, secret admirer bisa dibilang begitu. Si G ini sudah mengagumi Sheila dari SMA (dia lihat Sheila foto bareng temennya gitu, dan temennya itu adalah sepupunya Sheila; begitu), tapi mulai mendoakan dari semester satu. Dari awal masuk, ini si G udah mulai aja digosipin dengan Sheila, diceng - cengin. Sheila baru aja putus saat itu. Tapi aku heran, tahun kedua; tahun ketiga berlalu gosip itu semakin memudar, dan justru Sheila lagi dikejar - kejar sama sejumlah cowo dikampus (cantik booo, penggemarnya banyak, tapi kasihan juga sih dikejarnya pada ambi -.-v).


Gimana dengan si G? Gatau, antah berantah sist.... si G bukan tipe orang yang suka hubungin Sheila terus menerus jadi dia hubungi sekedar ada keperluan kampus aja. Aku kadang - kadang suka ceng-in sih 'Ah gimana sih lo, gimana mau maju kalau begini' hahaha jahat yaa~ maapin .-.v Dari ceng-in itu, aku akhirnya tau bahwa selama ini si G fokusnya mendoakan aja, siapapun pilihan Sheila diantara 'cowo-ambi-itu' dan supaya dianya kuat. (hiks, unyu dan kicep dengernya). Tapi aku sejujurnya tidak rela jika Sheila tidak dengan si G #lahjadisewot.


Aku bersyukur, Sheila kan orangnya berprinsip. Jadi cowo-ambi itu tidak digubris satupun #yeeesss!

Bersyukur banget Tuhan kasih dia hikmat :)

Suatu kali, Sheila cerita: "Rin, kayaknya aku mau mulai mendoakan pasangan hidup deh"

Aku bingung dong dikasih tau itu, yaiyalah terus mau gimana? Tapi aku mendukung banget nih hehehe. Setelah Sheila cerita doakan pasangan hidup tanpa nama itu, aku langsung aja sist (literally langsung; tanpa diketahui Sheila) whatsapp si G hahahahahhaha ._.v
"G!"

belum dibales (masih tulisan typing) aku udah samber lagi.


"Lo masih doain Sheila kan?"


masih typing, udah disamber lagi.


"Lo harus tetep doain dia! Soalnya sekarang dia lagi doain pasangan hidup nih!"

"Ya Rin?"
"Hahaha serius lo rin? Sejujurnya gue akhir - akhir ini lagi jatuh banget untuk doain dia. Lagi cape, Rin" aku maklum sih karena memang sudah 2.5 tahun mendoakan.

"Iya serius! Gue tantang lo doa pasangan hidup bareng ya! ajak dia doa pasangan hidup!"

"Hahahahahah iyaaaa, ntar gue ajak"
"Bener ya! awas lupa"

Ternyata si G ga berani memulainya .-.

Tapi Tuhan kasih momen yang paling indah! Ulang tahunnya Sheila! heheh :"
Waktu itu aku gatau kenapa pengen bikinin dia video gitu, dan ucapan dari orang - orang random (misalnya office boy, petugas satpam, dll; nah aku khususkan satu slot untuk ucapannya si G ini). Di video itu aku suruh si G untuk mengajak si Sheila doa pasangan hidup bareng hahahahahahaha. BOOM! Akhirnya, kisah itu berlanjut heheheh lebih unyu (silahkan tanyakan langsung ke orangnya~)


God's Time selalu unyu kan? 



Ya, jadi untuk para wanitaaaaa.......your secret admirer-yang diijinkan Tuhan itu pasti selalu ada; "Your-truly-Godly-Man" atau Indonesianya aja deh "Pria-Idaman-Sebenarnya-Masa-Kini-dan-Masa-Depan-Yang-Dikehendaki-Tuhan-Khusus-Untukmu". Kita ga perlu kok merekayasa sejumlah hal dalam kehidupan kita untuk menarik mereka. Tapi nyatakan saja itu semua didalam Tuhan, beriman dan sembari demikian; melakukan hal - hal yang driven by tujuan yang murni dan mulia dihadapan Tuhan, meningkatkan kualitas - kualitas kehidupan sebagai wanita.


Apa contohnya? Next part, I will share :)


Semoga memberkati :)

I open for any discussions (here)
Kalau mau diskusi yuk monggo, kalau aku bisa bantu kasih masukan......it's my pleasure.
Tuhan berkati ya :)

Komentar

Postingan Populer