Hai Wanita, ini Tulisan Untukmu pt. 3
Aku dalam kondisi agak capek menuliskan ini, iya 2 hari berturut - turut harus keluar rumah dan baru kembali lagi malam. Tapi tidak apa! Aku semangat banget untuk part terakhir dari "Hai Wanita, ini Tulisan Untukmu" : Part 3, biar bacanya sistematis, kamu baca dari sebelumnya aja ya mwihihi :3
Hai wanita, siapa yang tidak mau mendapatkan sebuah kepercayaan dari pasangan hidup? Aku paling suka ketika diberikan kepercayaan sebab disanalah aku tertantang untuk menjaganya hehehehe #yacurhat.
Salah satu prinsip yang pernah papa ajarin ke aku (dan dulu aku pernah dengar khotbah juga); demikian : "Jangan pernah membicarakan keburukan/aib/ menjatuhkan pasanganmu didepan orang lain; bahkan keluarganya sendiri. Jika kamu tau, diam dan doakanlah pasangan mu senantiasa."
Mungkin itulah ya yang bisa aku katakan sebagai 'tidak berbuat jahat'; bukankah lebih mengerikan dijatuhkan oleh pasangan kita dibelakang atau media social dibandingkan orang tidak dikenal yang melakukannya?
Mama ku selalu bangun lebih pagi dibanding kita semua, dibanding Papa yang bangun jam 04.30; berarti mama bangun jam 04.00 tiap hari. Papa selalu berangkat kantor 05.15 dari rumah, dan bekal makanan papa selalu sudah siap sedia dimobil. Jadi setiap pagi, papa sampai kantor jam 06.00; makan masakan mama dan renungan pagi dimobil. Papa tidak akan lupa bilang 'Pergi dulu ya ma' dan dari pagar mama selalu melambaikan tangan :"). Setiap kali pulang, aku ngecek mobil untuk ambil tempat makan dan mencucinya. Aku selalu lihat bahwa makanannya selalu habis (meskipun aku tau nasi nya banyak banget, mungkin lauknya buat aku kurang enak, tapi selalu habis). Inilah pujian terbesar bagi wanita sebenarnya, ketika masakan kita -apapunitu- dimakan dengan ucapan syukur tanpa keluhan.
Setelah masak pagi, mama beberes rumah, segala macamnya. Mama suka melakukan itu tanpa keluhan hehehe, (bagi yang pernah melakukan beres rumah pasti tau cape nya segimana hahahaha). Dan hal yang aku paling suka adalah..... ketika mama membereskan pakaian Papa.
Aku pernah, mau cuci baju. Disitu aku liat ada baju kantor Papa, celananya juga. Aku paling ga berani kalau cuciin itu, karena mama akan sangat perfeksionis mengurus itu. Jadi aku ambil baju - baju kotor abang aja sekalian baju rumahan mama sama papa. Aku cuci semua, sama punyaku. Tiba - tiba mama nanya :
"Udah nyuci?"
"Udah kok, baru aja"
"Eh! Baju Papa yang disitu kamu cuci juga?! digabung?!"
"Enggak, aku tinggalin aja disitu" *benerkan untung ga aku cuci*
Mama selalu memberikan perhatian khusus ke baju kantor Papa/Abang/Sejenisnya. Dulu waktu masih kecil aku liat mama seneng nyetrika baju papa, dikasih pewangi, ditutur lembut dilemari khusus, seperti ada doa setiap yang diiringi sang istri. Ada aturannya! Gak sembarangan. Jadi mama selalu hafal tuh baju kantor Papa udah ada warna apa aja, dimana, udah dipakai minggu ini atau belum. Mama selalu perhatikan satu titik kecil noda makanan dia baju kantor Papa. Perfeksionis tapi telaten. Papa tidak berkekurangan perhatian, selalu ada mama yang standby apapun kondisi mama.
Sabtu minggu mama setia mendampingi Papa dalam pertemuan dengan nasabah atau saat Papa jadi parhata (re: pembicara) dalam acara - acara batak, setia. Mama nungguin Papa setiap pulang kantor. Kalau Papa emang pulang malem banget, Papa selalu bilang "Ma, aku fitness jadi pulang malam" atau "Ma, macet/rapat/dll aku pulang malam". Kadang mama selalu ketiduran duluan, tapi setiap kali suara mobil Papa diluar, entah kenapa bangun lagi ._.
Kalau pergi ke acara, Mama orang paling perfeksionis terhadap baju yang dipakai Papa. Aku sering lihat mama memperhatikan warna baju yang dipakai Papa disandingkan dengan dasi dan jas (kalau ga cocok mama suruh ganti; pakai yang disarankan); memperhatikan kerah, kantong, bagian lengan, dan celana (kalau mau pergi ada noda disekitar itu atau lecak karena kelipat maka mama suruh ganti). Ah unyoe~
Mama suka membocorkan bagaimana ia mengatur uangnya (enggak sih sejujurnya aku yang kepo -.-). Aku suka perhatikan ya, mama kok bisa ya punya duit buat beli rumah dan menjadikannya kost-kostan anak kerja, cicil apartemen, kirim ke saudara dikampung. Seperti mudah, padahal anak - anaknya masih kuliah. Aku, ya sejujurnya aku, hahaha yang sudah memegang uang.....kayaknya cepat banget habis cuma untuk makan ._. #curcol. Jadi aku suka ngobrol sama mama, kata mama "Wanita yang bijak, wanita yang selalu tau mengatur keuangan. Kamu dan suamimu sangat bisa berantem hanya karena uang. Tetapi apa yang bisa menjadikan kita berkecukupan adalah berkat Tuhan dan mama sering berdoa untuk dikasih hikmat menggunakannya. Kamu harus bisa, Rin"
Asal tahu aja, mama adalah orang yang paling cerewet se-antero mama ._.v
Terkait kemalasan, iya, aku bisa dicecar habis - habisan kalau dirumah ketauan cuma megang laptop untuk sesuatu yang gak jelas (kalau tugas masih oke hahaha). Mama selalu ajak aku dalam pertemuan yang melibatkan banyak ibu - ibu; supaya aku bisa berbaur dan belajar banyak. Apa ajasih yang dinilai dari seorang wanita dipandangan ibu - ibu. HAHAHAHA iya banget ini penting banget, aku belajar jadinya ngobrol sama yang lebih tua, tata cara menyapa dan lain sebagainya. kompleks sist! Bahkan aku pernah bertanya dengan lugunya kemama "Ma, gimana ya kalau nanti aku? Tapi aku mau jadi wanita karir"
Tapi hai wanita, terpujilah, sebab segala jerih payahmu tidak sia - sia. Apa imbalan dari itu semua?
Aku mau bilang kepada wanita.
Kalau saat ini kamu mengagumi Papamu, maka hal yang kamu pelajari adalah 'apa yang dilakukan mamamu' dibalik segala kepribadian Papamu. Seorang wanita didesain untuk menjadi penolong, ya, penuh kelemah-lembutan tetapi diaat yang sama memiliki kekuatan untuk menangani banyak hal.
-rinda.
Kalau mau diskusi yuk monggo, kalau aku bisa bantu kasih masukan......it's my pleasure.
Tuhan berkati ya :)
kalau mau tau referensi terkait ayat ini, aku baca Constable Note (here) - page 186.
Dalam bahasa Ibrani; wanita yang cakap itu - Hayil means : noble,
virtuous, and fine. It denotes strength, wealth, ability, valor, and
dependability.
happy reading!
***
penolong terbaik,
seperti apakah perawakannya?
kamu tahu tidak, acuan utamaku mengenai gambaran penolong terbaik.
AMSAL 31:10-31
penulis amsal ini pastilah seseorang yang mengagumi wanita. iya, kalau kamu baca ayat sebelumnya (Amsal 31:1-9), ini merupakan perkataan Lemuel, Raja Masa. Ini dia dapat dari ajaran ibunya, supaya dia tidak salah memberikan 'kekuatan' & 'jalan hidupnya'; kalau yang aku tangkap dimasa kini adalah 'kekayaan/perhatian' & 'masa hidup/waktu' kepada perempuan yang salah. Kemudian, ibunya menggambarkan dengan jelas seperti apa sih wanita, istri/penolong terbaik bagi seorang raja, anaknya.
aku tidak tahu seberapa banyak wanita yang sudah menuliskan ayat ini didalam loh hatinya. sungguh, ayat ini begitu luar biasa memberikan gambaran wanita terbaik dan menuntun untuk meningkatkan kualitas. sehabis mendengar abang rio berantem dengan istrinya, aku langsung whatsapp digroup yang isinya cuma ada aku, sheila, yoan, gabby :
"Aku berdoa, yaampun, semoga kita adalah istri terbaik yang selalu dipuji-puji oleh pasangan kita ya
Aku berdoa Amsal 31:10-31 ini buat kita ya"
seketika aku meneteskan air mata menuliskan ayat itu.
aku baca berulang kali, mencoba merefleksikannya dikehidupan masa kini, ayat ini tidak dibahas dalam di Lady in Waiting. Coba kita bahas yuk!
"Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata"
aku tersentuh baca ini sejujurnya, permata yang murni pasti mahal banget dong ya dan indahnya luar biasa. aku mau sampaikan hai wanita murni, tidak perlu khawatir jika ada yang memperlakukan dirimu rendah; karena nilaimu pun tidak akan pernah jatuh. aku coba kaji dengan literatur lain, seperti apa sih permata yang murni. Ini referensi juga untuk Pria yang mencari Penolong Terbaik.
Permata yang murni memiliki bobot (analogi bobot ini adalah pengetahuan, kebajikan & kebijaksanaan)
Permata yang murni akan tetap bagus dan berkilau walaupun disundut dengan rokok (analoginya adalah segala proses yang pahit dalam kehidupan wanita ini tidak membuat dia berubah kemurnian. kalau kamu kenal dia baik, tulus, pemurah, maka akan demikianlah wanita itu; inilah kemurnian)
Permata yang murni tidak dapat pecah. (analoginya, kalau wanita tersebut diperlakukan rendah, dia tidak akan serta merta berubah menjadi partikel lain #eh maksudnya jadi salah pergaulan atau apapunlah itu. tetap, sebab dia tau bahwa nilainya tidak akan turun)
"Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya"
Salah satu prinsip yang pernah papa ajarin ke aku (dan dulu aku pernah dengar khotbah juga); demikian : "Jangan pernah membicarakan keburukan/aib/ menjatuhkan pasanganmu didepan orang lain; bahkan keluarganya sendiri. Jika kamu tau, diam dan doakanlah pasangan mu senantiasa."
Mungkin itulah ya yang bisa aku katakan sebagai 'tidak berbuat jahat'; bukankah lebih mengerikan dijatuhkan oleh pasangan kita dibelakang atau media social dibandingkan orang tidak dikenal yang melakukannya?
"Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal - kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi - bagikan tugas kepada pelayan - pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari - jarinya memegang pemintal"Part yang aku lagi evaluasi setiap hari! Ini senantiasa menampar saya setiap kali membacanya hehehe; mungkin yang ingin menjadi wanita karir akan mengerti maksudku. Sejujurnya, mama dirumah adalah istri yang mengagumkan buat aku dan mama mengajariku bagaimana caranya menjadi istri yang tidak hanya dikagumi suaminya tetapi juga mertuanya. Kalau terkait ayat ini aku bisa ceritakan dari apa yang mama lakukan dalam menjalin rumah tangga sama papa.
Mama ku selalu bangun lebih pagi dibanding kita semua, dibanding Papa yang bangun jam 04.30; berarti mama bangun jam 04.00 tiap hari. Papa selalu berangkat kantor 05.15 dari rumah, dan bekal makanan papa selalu sudah siap sedia dimobil. Jadi setiap pagi, papa sampai kantor jam 06.00; makan masakan mama dan renungan pagi dimobil. Papa tidak akan lupa bilang 'Pergi dulu ya ma' dan dari pagar mama selalu melambaikan tangan :"). Setiap kali pulang, aku ngecek mobil untuk ambil tempat makan dan mencucinya. Aku selalu lihat bahwa makanannya selalu habis (meskipun aku tau nasi nya banyak banget, mungkin lauknya buat aku kurang enak, tapi selalu habis). Inilah pujian terbesar bagi wanita sebenarnya, ketika masakan kita -apapunitu- dimakan dengan ucapan syukur tanpa keluhan.
Setelah masak pagi, mama beberes rumah, segala macamnya. Mama suka melakukan itu tanpa keluhan hehehe, (bagi yang pernah melakukan beres rumah pasti tau cape nya segimana hahahaha). Dan hal yang aku paling suka adalah..... ketika mama membereskan pakaian Papa.
Aku pernah, mau cuci baju. Disitu aku liat ada baju kantor Papa, celananya juga. Aku paling ga berani kalau cuciin itu, karena mama akan sangat perfeksionis mengurus itu. Jadi aku ambil baju - baju kotor abang aja sekalian baju rumahan mama sama papa. Aku cuci semua, sama punyaku. Tiba - tiba mama nanya :
"Udah nyuci?"
"Udah kok, baru aja"
"Eh! Baju Papa yang disitu kamu cuci juga?! digabung?!"
"Enggak, aku tinggalin aja disitu" *benerkan untung ga aku cuci*
Mama selalu memberikan perhatian khusus ke baju kantor Papa/Abang/Sejenisnya. Dulu waktu masih kecil aku liat mama seneng nyetrika baju papa, dikasih pewangi, ditutur lembut dilemari khusus, seperti ada doa setiap yang diiringi sang istri. Ada aturannya! Gak sembarangan. Jadi mama selalu hafal tuh baju kantor Papa udah ada warna apa aja, dimana, udah dipakai minggu ini atau belum. Mama selalu perhatikan satu titik kecil noda makanan dia baju kantor Papa. Perfeksionis tapi telaten. Papa tidak berkekurangan perhatian, selalu ada mama yang standby apapun kondisi mama.
Sabtu minggu mama setia mendampingi Papa dalam pertemuan dengan nasabah atau saat Papa jadi parhata (re: pembicara) dalam acara - acara batak, setia. Mama nungguin Papa setiap pulang kantor. Kalau Papa emang pulang malem banget, Papa selalu bilang "Ma, aku fitness jadi pulang malam" atau "Ma, macet/rapat/dll aku pulang malam". Kadang mama selalu ketiduran duluan, tapi setiap kali suara mobil Papa diluar, entah kenapa bangun lagi ._.
Kalau pergi ke acara, Mama orang paling perfeksionis terhadap baju yang dipakai Papa. Aku sering lihat mama memperhatikan warna baju yang dipakai Papa disandingkan dengan dasi dan jas (kalau ga cocok mama suruh ganti; pakai yang disarankan); memperhatikan kerah, kantong, bagian lengan, dan celana (kalau mau pergi ada noda disekitar itu atau lecak karena kelipat maka mama suruh ganti). Ah unyoe~
"Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama para tua - tua negeri. Ia membuat pakaian dari lenan dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada dilidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya."Mama selalu over-protect terhadap makanan anak - anaknya. Ayoloh! Dari aku SD sampai SMA, jajan atau makan diluar itu hal yang sangat jarang aku bisa lakukan. Mama sengaja kasih uang saku waktu SD itu Rp 1.500; waktu SMP Rp 5.000; waktu SMA Rp 7.500, maks Rp10.000 (kalau les sampai malam). Coba deh, bisa beli apa dengan uang segitu??! Tapi mama selalu kasih kita bekal pagi dan siang. Aku merasa sangat cukup bahkan. Aku gunakan uang itu hanya untuk naik angkot dan sisanya aku tabung. Hehehehe. Mama selalu bilang "Makan diluar itu ada mecinnya, apa sih bagusnya? belum lagi kena debu. mending dari mama, kan udah jelas bahannya, kebersihannya. syukuri aja apa yang bisa dimakan, banyak yang belum bisa makan diluar sana".
Mama suka membocorkan bagaimana ia mengatur uangnya (enggak sih sejujurnya aku yang kepo -.-). Aku suka perhatikan ya, mama kok bisa ya punya duit buat beli rumah dan menjadikannya kost-kostan anak kerja, cicil apartemen, kirim ke saudara dikampung. Seperti mudah, padahal anak - anaknya masih kuliah. Aku, ya sejujurnya aku, hahaha yang sudah memegang uang.....kayaknya cepat banget habis cuma untuk makan ._. #curcol. Jadi aku suka ngobrol sama mama, kata mama "Wanita yang bijak, wanita yang selalu tau mengatur keuangan. Kamu dan suamimu sangat bisa berantem hanya karena uang. Tetapi apa yang bisa menjadikan kita berkecukupan adalah berkat Tuhan dan mama sering berdoa untuk dikasih hikmat menggunakannya. Kamu harus bisa, Rin"
Asal tahu aja, mama adalah orang yang paling cerewet se-antero mama ._.v
Terkait kemalasan, iya, aku bisa dicecar habis - habisan kalau dirumah ketauan cuma megang laptop untuk sesuatu yang gak jelas (kalau tugas masih oke hahaha). Mama selalu ajak aku dalam pertemuan yang melibatkan banyak ibu - ibu; supaya aku bisa berbaur dan belajar banyak. Apa ajasih yang dinilai dari seorang wanita dipandangan ibu - ibu. HAHAHAHA iya banget ini penting banget, aku belajar jadinya ngobrol sama yang lebih tua, tata cara menyapa dan lain sebagainya. kompleks sist! Bahkan aku pernah bertanya dengan lugunya kemama "Ma, gimana ya kalau nanti aku? Tapi aku mau jadi wanita karir"
Tapi hai wanita, terpujilah, sebab segala jerih payahmu tidak sia - sia. Apa imbalan dari itu semua?
"Anak - anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia. Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia - sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji - puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu gerbang!"Aku tau sesungguhnya ini hal yang sangat kompleks. Mama selalu bilang, jadilah wanita yang tidak memikirkan egonya tetapi jadilah berkat untuk keluarga suamimu. Tidak mungkin mudah, tapi doa dan firman Tuhan lah yang menuntun disetiap jalan.
Aku mau bilang kepada wanita.
Kalau saat ini kamu mengagumi Papamu, maka hal yang kamu pelajari adalah 'apa yang dilakukan mamamu' dibalik segala kepribadian Papamu. Seorang wanita didesain untuk menjadi penolong, ya, penuh kelemah-lembutan tetapi diaat yang sama memiliki kekuatan untuk menangani banyak hal.
kalau sudah begini, aku mau berbisik kepada 'Pria-Idaman-Wanita-itu' : "Kau sangat bodoh jika menyia-nyiakannya :)"
OIA! SATU LAGI!
OIA! SATU LAGI!
Untuk wanita yang sudah menuliskan ini di loh hatinya dan dalam masa menantikan "Pria-Idaman-Masa-Kini-dan-Masa-Depan-Khusus-Diciptakan-Tuhan-Untukmu" maka hal yang paling penting diatas itu semua adalah "PENDOA SYAFAAT"
Bedoalah untuk pendamping masa depanmu, walaupun tidak ada nama untuk itu, atau masih ada seribu keraguan atas itu, tetapi berdoalah. Sebab Tuhan akan menjagai hati mu dan memberikan mu seribu hikmat didalam perjalananmu menanti dia; supaya hati mu tulus dan cerdas dalam menghadapi 'banyak pria' yang cuma mau numpang lewat dikehidupan mu. Dan disaat yang bersamaan, Tuhan membentuk kepribadian Pria Idaman mu itu sedemikian rupa, hingga sepadan :)
Have a good day!
God bless.
-rinda.
I open for any discussions (here)
Tuhan berkati ya :)
kalau mau tau referensi terkait ayat ini, aku baca Constable Note (here) - page 186.
Dalam bahasa Ibrani; wanita yang cakap itu - Hayil means : noble,
virtuous, and fine. It denotes strength, wealth, ability, valor, and
dependability.
Komentar