Harga Sebuah Diri

Suatu ketika aku mendengarkan perdebatan yang begitu rumit didalam otakku. Ini jawaban, bagi mereka yang bertanya di ask.fm kenapa aku sampai tidak bisa tidur 3 hari 2 malam; lebih tepatnya kenapa pola tidurku bisa kebalik. Puji Tuhan, aku diingatkan untuk menulis ini hehehehe.
***

Orang tua ku berdiskusi panjang lebar dengan abangku; tepatnya sih menasihati 'bagaimana menjadi pemimpin didalam keluarga'. Disaat yang bersamaan, aku sedang membalas whats-app dari kakak iparku; bisa dikatakan bahwa aku sedang mendengarkan dua arah. Disaat yang bersamaan mereka bercerita versi mereka; ya, satu secara langsung dan satu lagi lewat whatsapp.

"Iya dia minta dijemput nih dirumah mamanya" kata abangku ke Papa
"Kenapa jadi kau yang jemput?; bukannya tadi katanya itu keinginan dia dirumah Mamanya" kata Papa
"Gatau tuh; ah males ah yang salah siapa. Udah mana kan aku diperlakukan gitu, udah direndahin nih"

disaat yang sama:
"Rin....kunci koper aku dong tolong mintain ke abang; tolong dia anterin kerumah." kata kakak iparku
"Oh iya kak, bentar ya kak dia lagi dinasihatin"
"Rin...dia harus kerumah jemput aku; dia udah ga hormatin aku dan orang dirumah. udah ngerendahin banget sikapnya sama keluarga aku."

Mendadak aku langsung pusing, mumet sekali.
Sejujurnya aku paling ga bisa mendengarkan kata - kata 'aku udah direndahin'; mungkin karena trauma kali ya semenjak putus kemarin. Ah sudahlah~ #curhat. I just captured a part dari pertengkaran abang tempo lalu. Aku tidak mau mempermasalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar didalam hal ini; tetapi aku ingin memperlihatkan bahwa sesungguhnya setiap manusia masih ada ego tentang harga diri.

Harga diri, bagiku adalah konsep yang abstrak; bukan sesuatu yang menjadi main concern bagi pribadi aku. Tetapi apa yang muncul didalam lingkungan membuat aku kadang - kadang tertawa dan berpikir keras kerap kali ada orang yang mempermasalahkan tentang harga diri.


kenapa tertawa? iya, aku rasanya ingin menantang mereka 'tau apa sih soal harga diri'
kenapa berpikir keras? iya, aku rasanya bingung apa yang dipermasalahkan.

Harga diri berarti nilai dari sebuah pribadi/manusia, ya gak? 
Di akuntansi, nilai itu diinterpretasikan dalam angka dan disandingkan dengan nilai dipasar. Jadi misalnya, sebuah mesin X dinilai oleh appraisal sebesar Rp5 Miliar padahal mesin tipe serupa dengan umur ekonomis serupa bisa saja laku terjual dipasar Rp6 Miliar. Maka disini bisa saja dikatakan bahwa mesin yang kita punya itu nilainya lebih rendah. 

Nilai yang dituliskan dalam angka itulah yang menjadi acuan untuk melihat apakah aset yang kita miliki 'direndahkan' atau 'ditinggikan'. Ya direndahkan misalnya karena terkena kebakaran atau kerusahakan sehingga nilai asetnya menjadi turun; ditinggikan misalnya karena demand atau kita melakukan renovasi terhadap aset tersebut menjadi semakin tinggi sehingga nilainya menjadi naik. it's a simple concept. 

Harga juga bagi orang marketing terkait positioning brand image-nya dimata pelanggan. Ya, ini sebenarnya teori klasik anak pemasaran kali yaaa. Kalau aja harganya murah dan tidak disertai kualitas, positioningnya akan menjadi barang golongan sekian; ya begitulah.

When it comes to 'self-worth' atau ya harga diri.... 
Sejujurnya ini tidak bisa dikaitkan sama sekali. Memangnya ada ya yang bisa ya mengatakan berapa nilai harga diri seseorang exactly in  a number? Aku sangat - sangat heran dengan orang yang dapat membandingkan dirinya dengan orang lain, aku sangat heran dengan orang yang mampu membuat kesimpulan bahwa si X lebih baik daripada si A, B, C, D; 


semakin dewasa semakin aku sadar bahwa, ya it doesn't work untuk mengubahkan seseorang dengan cara membandingkan, (kalau jadi teladan lain cerita mungkin).

dan aku selalu heran jika ada yang mengatakan 'harga diriku sudah direndahkan'. 
Direndahkan, hal ini berarti..... kamu tahu ada nilai dari pribadi mu yang bisa dituliskan dalam angka dan yang bahkan bisa dijatuhkan orang lain. 

Mempermasalahkan harga diri adalah salah satu kegiatan menjaring angin; tidak pernah akan ada ujungnya. Sejujurnya aku sangat sedih kalau melihat orang lain melakukan berbagai hal untuk meningkatkan harga dirinya karena itu hanya sebuah ambisi yang sia - sia.
'Lihat ini, aku bisa melakukan nya! Jangan anggap remeh aku' -- harus aku akui ini adalah hal yang paling menyedihkan yang aku bisa saksikan didunia. 

Hai; your value is so infinity, jadi untuk apa mempermasalahkan itu?
Penebusan dosa dan Kebangkitan Tuhan Yesus itulah yang membuat nilai kita sebagai manusia is so infinity; tidak bisa disubstitusikan, tidak ada perbandingannya...ya tidak ada kecuali kamu bisa menemukan seseorang yang setara Dia, yang rela mati- bangkit dan disaat itu seluruh dosa dihapuskan. Inilah anugerah. Inilah nilai kita.

Kita hidup bukan untuk meningkatkan harga diri, mempertahankan harga diri, atau menjadi lebih tinggi dibanding sesama kita; sederhana nya mendapatkan pengakuan. Bukan itu tujuannya, terlalu dangkal terlalu sempit pemahaman seperti itu. Nilai tak terhingga itu sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan tidak ada hal yang bisa menurunkan kemurnian nilai itu. Kehidupan kita selanjutnya ditantang untuk menyatakan kasih atas anugrah itu, nyatakanlah kasih melalui pelayanan, melalui apapun yang masih dapat kita perbuat. Nyatakanlah kasih didalam sebuah tindakan dan perkataan bahkan ketika ada yang menyindirmu 'rendah banget harga diri lo'; go ahead!

Dan ya, suatu ketika saat abang selesai menjemput aku di Stasiun Rawa Buaya, dia ditelepon oleh mertuanya untuk segera menjemput istrinya.
"Gimana nih? Gue jemput ga Rin? Tapikan ga boleh Rin, nanti harga diri gue gimana" tanya abangku setelah telepon itu ditutup.
"Bawel lo Bang! Buruan jemputlah bang. Itu istri lo, kenapa sih ngalah sedikit aja gamau. Ayo buruan jemput, gue ikut"

dan akhirnya mereka berdamai...

Ketahuilah bahwa ketika kita mengetahui konsep diatas, damai sejahtera dan sukacita akan meliputi kehidupan kita sepanjang masa. Dan? Dan tidak ada yang lebih membahagiakan ketika kita bisa menyatakan ini melalui kasih kepada sesama. Nyatakanlah! 1 Korintus 13.

it is your choice.
please, jangan lagi mempermasalahkan harga diri.
kegiatan menjaring angin.


warm regards,


rindagultom
semoga memberkati :)





Komentar

Postingan Populer