Pelipur Lara

Aku tidak pernah tau apa jadinya jika kita tidak pernah bertemu.
Karena, kalau saja kita tidak bertemu, dan kalau saja masing - masing dari kita tidak memiliki irisan dalam perjalanan kehidupan ini, aku tidak akan pernah tahu apa arti sesungguhnya memiliki 'sahabat yang menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran'.


Aku selalu bersyukur, karena Tuhan memberikan kita sebuah rentang waktu untuk saling mengisi.
Aku selalu bersyukur, karena Tuhan memberikan kita sebuah kesempatan untuk melihat perkembangan emosi satu dengan yang lain. Masing - masing dari kita, terlalu unik untuk dideskripsikan dengan kata. Gabby yang pembawaanya selow, Joanne yang super organized, Sheila yang anggun, dan Aku yang bahkan tidak malu berekspresi. 


Mungkin, orang diluar sana berkata inilah comfort zone. Bukan, ini bukan zona nyaman kami. Inilah rumah. Yang setiap hari kami tinggalkan untuk beraktivitas, tapi kami selalu tau kemana hati ini kemudian pulang. Rumahlah tempat kami menumpahkan segala emosi kami tentang lingkungan yang berubah. Rumah inilah yang membawa jiwa dan kepribadian kami dapat melebur dilingkungan lain. Fondasi kami, fondasi terkuat yang ada didunia, yaitu kasih.


Orang - orang melihat kami sebagai paket lengkap jika berjalan berempat. Mungkin benar, karena jika kami berjalan sendiri bisa dipastikan 'kita tidak ada apa - apanya'. Joanne yang super organized mengajarkan kami manajemen waktu yang baik; Sheila yang super anggun mengajarkan kami bagaimana bersabar menghadapi orang lain, Gabby yang modis mengajarkan kami untuk banyak menjalin koneksi dan pergaulan, dan Rinda hahahaha mengajak mereka untuk banyak - banyak menertawakan kebodohan sendiri. Aku bisa pastikan pada mu, tidak ada satu momen diatas meja makan yang kami gunakan untuk berkeluh kesah, most of the time? kami tertawa.


Tapi, akan ada masanya kami berempat duduk bersama, menceritakan segala keluh kesah kami, segala kepenatan kami, segala pergumulan kami, dan akan ada masanya kami berbagi untuk saling mendoakan pergumulan satu dengan yang lainnya. Hey ingat, tidak selamanya kami berdamai. Kadang kala, salah paham terjadi diantara kami. Tetapi, justru itulah yang membuat kami lebih mengenal satu dengan yang lainnya.


Akan ada masanya, kelak, masing - masing dari kita akan membawa seseorang didalam rumah ini. Tetapi tidak apa, aku bisa pastikan bahwa ialah orang yang terbaik dan orang yang layak untuk melihat segala kekurangan kami dan kelebihan kami. Jika seseorang itu ada, maka aku akan melapangkan hati untuk menjadikan dia sebagai prioritas utama kalian. Jika seseorang itu ada, maka aku akan meminta Tuhan untuk menjagai hubungan kalian; karena aku tidak rela membiarkan mereka masuk dan meninggalkan jejak begitu saja.



Dan aku tahu ini bukan untuk selamanya. Akan ada masa, kita dipisahkan selamanya. Tetapi entah kapan. Ketahuilah bahwa, aku selalu tidak siap untuk terpisah dengan kalian. Kalau kita harus terpisah, ingatlah bahwa 'kalianlah pelipur lara terbaik yang Tuhan ijinkan datang'. Tanpa aku harus meminta, kalian akan stay kan?
-Amsal 17:17-





Komentar

Postingan Populer