Dimana Tuhan dalam Skripsi Mu? (part 1)
"Skripsi ini aku persembahkan kepada Tuhan Yesus, Pribadi yang omnipotent sekaligus otoritas yang berdaulat didalam kehidupan saya. Setiap lembar skripsi ini mencerminkan setiap detik penyertaan-Nya yang begitu luar biasa"
Itulah yang aku tuliskan mengawali kata pengantarku. Kalimatku sangat sederhana, tapi ucapan syukurku sebenarnya sangat meluap. Atau tidak dapat tergambarkan mungkin.
Aku tidak pernah menyangka, aku dikasih kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Dulu, aku sering mendengar cerita senior tentang skripsinya. Sejuta kejutan bisa terjadi ditengah jalan. Mulai dari kejutan data yang tidak didapat sampai topik yang tiba - tiba harus diganti karena jurnal pendukung yang lemah. Tekanan skripsi seakan terpampang juga dirautan muka para senior ku, antara pucat dan kurang tidur kalau ke kampus.
Sering kali aku berkata dalam hati:
"mengerikan! semoga nanti aku tidak begitu"
Aku membulatkan hatiku untuk menulis skripsi, menyelesaikan kuliah dalam tempo yang sesingkat - singkatnya. Dan disinilah, perjalanan luar biasa bersama Tuhan itu dimulai.
Aku sudah punya topik semenjak semester 4. Transfer Pricing.
Entah apa yang akan aku tulis, aku belum benar - benar pastikan. Tapi aku sangat jatuh cinta dengan dua kata itu. Seiring aku mengambil sertifikasi dibidang perpajakan, aku menemukan sisi lain dari transfer pricing. Iya, kebetulan sekali itu sedang menjadi isu yang sangat dibahas di Indonesia karena banyak digunakan perusahaan untuk menghindari pajak secara besar - besaran. Dan jelas, menimbulkan kerugian bagi negara.
Aku sejujurnya takut mengambil topik ini.
Aku berkonsultasi dengan rekan papa di gereja yang kebetulan kerja dikonsultan pajak. Dia memang mengatakan bahwa ini topik yang aku ambil adalah rahasia bagi perusahaan. Jadi, mungkin sulit untuk mendapatkan data kecuali aku bekerja disuatu perusahaan dan sebagai timbal baliknya, ya data itu. Dengan syarat, nama perusahaan menjadi PT. X.
Oh ya, kalau begitu, aku magang untuk skripsi saja.
Accepted! Proposal skripsinya diterima tanpa revisi......
Aku langsung mencari perusahaan berskala multinasional sebagai objek penelitianku.
Dalam interview magang saat itu, aku berkata.... saya ingin dibagian pajak, saya butuh data untuk skripsi ini. terkait transfer pricing. kira - kira saya bisa dapatkan kalau saya magang disini?
ya, kita liat nanti. ya kamu bisa sekalian wawancara dengan orang bagian perpajakannya disini.
Aku sedikit tenang karena aku dijaminkan ketersediaan data.
Jujur saja, aku adalah orang termuda dikantor itu. Iya, yang lain sudah berkeluarga. Hanya 2 - 3 orang yang lebih tua dua tahun diatas ku; dan biasanya itu lah teman ngobrol saat makan siang. Aku duduk bersebelahan dengan orang korea, manajer operasional untuk salah satu subsidiary grup perusahaan ini. Tidak banyak yang bisa menjadi bahan obrolan meskipun dia sudah fasih berbahasa indonesia. lanjutkan saja, untuk skripsi yang lebih baik.
sejujurnya, kesibukanku luar biasa saat menyusun skripsi.
Magang, tiga mata kuliah, asisten penelitan, asisten lab, dan pelayanan di Persekutuan Oikumene FE.
Aku tidak setangguh itu sebenarnya, disetiap pagi aku memohon kekuatan yang lebih dari Tuhan.
Iya, sleepless night itu pasti sering aku lalui; 4 am to 1 am.
Sehabis magang sering aku gunakan untuk mengerjakan penelitian, mengerjakan skripsi, atau rapat dan latihan pelayanan. Itu sudah menjadi rutinitas sehari - hari. Tapi harus aku akui, aku masih suka skip sana sini kok. Tiga kali kesehatan ku melemah. Tetapi kopi tetap menjadi sahabat yang paling akrab.
Rasanya, magang dan melakukan penelitian diluar skripsi membuat aku selalu pucat disemester 7 silam. Aku menjadi seorang asisten penelitian seorang guru besar di FE, pekerjaannya pun lumayan menyita waktu...
Hingga bulan September akhir, aku belum kembali menyentuh skripsi.
Bab 1 ku belum rapih, bab 2 ku hanya seadanya, oh bab 3? Aku rasa itu salah total. Memang benar, setelah mendapatkan dosen pembimbing, proposal ku perlu banyak pembenahan.
Perkenalkan. Dosen pembimbingku seorang anggota komisaris Pertamina Persero, dosen peneliti, sekaligus dosen senior yang namanya sudah sangat dihormati. Dosen ku sangat detail memperhatikan setiap kata, format penulisan, format tabel dan lain sebagainya. Untuk bab 1 saja, aku kena beberapa kali revisi. (200x? Hm, anggap saja begitu).
Pelayanan ku di Persekutuan Oikumene pun sempat terbengkalai. Sering sekali aku skip untuk sharing-kan para pelayan Tuhan untuk persekutuan Jumat. Dan? Dan itu fatal sesungguhnya, sampai tiba saatnya ditegur.
30 September 2014.
Aku berjalan ditempat, Bab 4 pun tidak sampai. Tapi energi sudah tidak seberapa untuk melanjutkan ini, muak sudah rasanya, ingin aku kurangi satu saja. Barang kali bisa (halah, itu khayalan. tidak bisa ternyata).
"Gimana? Skripsi udah sampai bab berapa nih Rin?"
Aku: "ya, doain aja ya. *senyum sambil melipir pergi*"
insecure? jelas! apalagi salah satu teman ku sudah selesai mengumpulkan data.........
Awal oktober aku mencoba meningkatkan kapasitasku. Janji manisnya bulan ini dua beban ku berkurang. Penelitian seharusnya selesai, dan magang? Iya perjanjiannya selesai dibulan ini dan yes, aku akan dapatkan datanya....
dan ternyata, tempat magangku tidak dapat menyediakan data yang aku perlukan. 3 bulan sudah aku menyia - nyiakan waktu untuk sesuatu yang..................
(aku bahkan tak sanggup melanjutkan kalimatnya)
tepat disaat itu aku mulai tidak bisa tidur. tidak nyenyak, tidak napsu untuk makan, dan tidak bisa berhenti berkeluh kesah. aku seketakutan itu untuk mengakui sebuah kemungkinan besar skripsi ku tidak akan selesai semester ini. aku semenyesal itu mengambil tindakan untuk magang tanpa bertanya saran dari dosen pembimbing. aku tidak punya nyali lagi menghadapi dosen pembimbing dengan sebuah progress "bu, saya tidak bisa dapatkan datanyaa........"
25 Oktober 2014.
Tepat disitulah aku memutuskan untuk keluar dari tempat magang ku dan menemui dosen pembimbing setelah sekian lama tanpa perkembangan apapun dengan skripsi.
aku mengambil waktu teduh satu minggu untuk keputusan terbesar itu. berulang kali mencoba meminta kesempatan ke Tuhan agar Dia, Pribadi yang omnipotent itu membukakan jalan..... setidaknya, dosen pembimbingku memberikan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.
Aku semakin ketakutan begitu mengetahui deadline skripsi dimajukan menjadi 5 Desember 2014.
Apakah mungkin sempat? Aku harus mengubah judul skripsi, mengubah Bab 1, melengkapi Bab 2, dan merombak Bab 3. Bab 4 belum disentuh, apalagi Bab 5?
Hampir aku menghubungi papa dan mengatakan "pa, gapapa ya ga lulus semester ini?"
tapi aku urungkan, siapa tahu Tuhan berbaik hati. Jika ya, maka satu bulan ini akan ku maksimalkan untuk skripsi.
Aku memasuki ruang dosen penelitian dan seperti pengakuan dosa, aku tertunduk dan mengatakan
"Bu, saya tidak dapatkan datanya. Tidak banyak yang bisa dibahas dari tempat magang saya karena mereka baru saja membenahi kewajiban pajak terkait hal itu."
tidak diragukan, dosen pembimbingku mengarahkan pada alternatif lain.
"Kamu, studi kasus pengadilan pajak aja! Kita bisa deteksi penghindaran pajak dengan skema transfer pricing melalui sengketa yang diajukan sampai tahap banding di pengadilan. Kamu lakukan konten analisis untuk melihat kira - kira seperti apa entitas melakukan transfer pricing, aset apa yang digunakan, motivasinya apa. Kita bisa bikin stratifikasi kasus dan melakukan analisis diberbagai aspek. Topik ini sangat luas, tapi kamu kajian literaturnya masih kurang. coba tolong diperbanyak lagi. Bagaimana? Kamu mau ikut saran ibu?"
hati ku lega. Ah Tuhan, terimakasih banyak...
"Iya bu, saya akan cari putusan pengadilan pajak dan nanti saya konsultasikan lagi ke ibu"
"iya, yang cepat selesaikannya"
Tetapi memang tidak semudah itu.
Aku mulai mengurus surat untuk mendapatkan ijin mengakses putusan langsung ke pengadilan pajak. Tidak semudah itu sungguh. Ada saja hambatannya. Birokrasi yang diperlama dan alasan yang tidak masuk akal membuat data itu......... (kembali) tidak dapat diakses. rasanya..............
bahkan aku tidak mau melanjutkan kalimat itu.
Tuhan sekali lagi membuka jalan.
Dulu, waktu semester 5, aku pernah mengakses Website Sekretariat Pengadilan Pajak dan ternyata disana ada 'Risalah (Ringkasan)' putusan pengadilan pajak. Datanya tidak selengkap itu, ada beberapa nama yang disamarkan. Tetapi risalah itu cukup untuk mendapatkan gambaran sengketa secara keseluruhan. Aku langsung menghubungi dosen pembimbingku.......
"Bu, saya tidak dapat datanya. tapi kalau risalah putusan pengadilan pajak, kira - kira bisa tidak ya bu digunakan untuk deteksi penghindaran pajak?"
"Iya, gunakan itu saja Rin. Semangat ya sayaaang"
"Terimakasih banyak buuuuuu :) akan saya kerjakan secepatnya"
sebaik itu. dosen pembimbingku sebaik itu!
ya Tuhan, terimakasih banyak...
Satu bulan aku mengejar ketertinggalan skripsi ku.
Dan puji Tuhan, dosen pembimbingku mau menandatangani skripsiku untuk diajukan sidang.
sidang? Yeay!
Komentar