Untukmu, kawan seperjuangan 4 tahun yang lalu.

Artikel ini aku nyatakan dan tujukan kepada teman - teman seperjuangan ku, 
alumni FEUI 2011.

Mungkin, saat baca ini, tali pada toga kalian sudah dipindahkan disebelah kanan. Tanda resmi yang menyatakan Anda sudah siap dilepas bebas didunia sesungguhnya. Atau, dengan kata lain, ya... silahkan pergunakan gelar "Sarjana Ekonomi"- mu untuk mempercantik curriculum vitae yang ada.

Aku yakin, bahwa hari esok tiada taranya dinanti.
Sama seperti aku yang menantikan hari esok di enam bulan yang lalu.
Rasanya bangga bukan mengenakan jubah kebesaran?
Rasanya senang bukan menjadi sebuah kebanggan dalam sehari?
Diberikan ucapan hangat, rangkaian bunga, sorak - sorai bergempita; that was totally amazing... 

Congraduation untuk kita!
Ini tahun akhir kita, ini masa keemasaan kita!! :)

 
Saranku, jangan terlalu lama berbangga karena hari itu dalam 24 jam pun berlalu.
Apa yang seharusnya mulai dipikirkan adalah:

"Gelarmu dan masa depan Indonesia"

Seringkali, oh sangat sering, hal yang paling matters bagi seorang sarjana muda FEUI adalah:
1. Lo kerja dimana sekarang?
2. Eh, gajinya berapa disana?

pattern. as always.
Yang pada akhirnya akan membuat seorang sarjana muda itu membandingkan gajinya dengan gaji yang lain, sampai akhirnya merasa tidak puas, tidak puas, tidak puas dan... pindah kerja hingga mendapat title "dasar kutu loncat!". Berlangsung begitu selama beberapa tahun, pokoknya, seperti sudah sebuah mindset "ya gue harus double digit dong."

Kalau begitu, lulusan kita akan berakhir pada kalimat Kapitalis. Ya perkayalah dirimu sekaya mungkin sebelum akhirnya bisa disombongkan direunian 20 tahun nanti!

rrr... jujur saja, itulah kelabilan kita sekarang.
lulusan muda generasi Y yang manja. hidupnya tidak sekeras generasi baby born~
Kalau sudah begini, aku rasa kita akan berakhir pada lingkarang ketamakan dan kesombongan berujung pada kematian yang sia - sia.

Tapi, kemudian aku merenungkan sesuatu karena sebuah kalimat dari lagu sombong yang sering didengungkan itu (re: Lulusan Ekonomi, paling sial jadi menteri)
Permasalahannya, kalau saat menyanyikan lagu itu kita justru malah bangga, maka sejujurnya, lagu itu sedang menusuk kita dengan tajam dan mengatakan:
"Lo lulusan ekonomi cuy, masa depan Indonesia ada ditangan lo!"

Dan inilah starting point kita, teman. Kunci masa depan Indonesia perlahan - lahan akan dialihkan kepada kita. Dan gelarmu harus bisa dipertanggungjawabkan disini.

Jangan pernah berlari.
Sudah bukan lagi waktunya mendengar kekacauan negara dan ikut menyalahkan pemerintah. Sudah bukan waktunya lagi dari mulut kita keluar kata memprotes pemerintah, dan mengatakan "Ya, itu urusan pemerintah". Karena ini waktunya kita untuk turut memperhatikan dan menganalisa, supaya kedepannya kelak kita bisa belajar dari sini dan bekerja sama.

Alumni kita kaya dengan ilmu. Ada yang mengerti tentang banking, audit, investment, fiskal, moneter, dan keahlian lain yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Jika satu dari kita mewakilkan sepotong emas, maka betapa kayanya negara ini. Dan aku berharap, setiap ilmu, profesi, ataupun karir kita akan saling mendukung dan menopang satu sama lain. Bukan untuk kekayaan sendiri, bukan untuk kepentingan sendiri, bukan bekerja sama memanfaatkan celah hukum, membohongi rakyat yang tak tau apa - apa, bukan untuk menyembunyikan pendapatan supaya membayar pajak jauh lebih sedikit, bukan untuk itu.

Tetapi untuk mengumandangkan nama Indonesia dikancah Internasional. Sudah 70 tahun, tidakkah kita menjadi malu?

Jika nanti diwisuda mu, kamu turut menyanyikan lagu "Indonesia Raya", maka kumandangkanlah itu didalam hatimu. Kelak, 20 tahun lagi, kitalah yang dipercayakan untuk membuat kebijakan atau untuk menjadi pengambil keputusan. Hayatilah lagu itu, maka kita tidak akan lari terlalu jauh dari negara kita.

Selamat wisuda kawan, selamat berjuang untuk membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Mari meratakan ketimpangan yang ada.
Kita tidak akan merugi, karena kita pun berhutang ditanah air ini.

seperti kata hukum perpajakan dalam sebuah kalimat sederhana:
"Dimana kamu mendapatkan hasil, disitulah kamu pantas untuk dikenakan pajak"


#seeYouOnTop

Komentar

Postingan Populer