God started to Write The Stories

Aku tidak akan melupakan kejadian konyol ini sebab ternyata Tuhan menggunakan kejadian konyol ini untuk membuat aku berkenalan dengan si pria itu.

Retreat Pengurus PO FEUI
Saat itu tanggal 18 Juni 2014, aku dan beberapa orang lain menyusul untuk mengikuti retreat kepengurusan PO FEUI di puncak. Yang masih berbekas didalam ingatan, disana ada Tepi, Grace, dan Aku yang sedang berbincang (sangat) ceriwis sambil menunggu kereta di stasiun Pondok Cina. Tiba - tiba saja, muncul ide gila dari Tepi. Ilustrasinya kira - kira begini:

T : Lo udah punya path belum sih, Rin?
R : Belom men, ya kali blackberry bisa pake path. (ya, aku memang selalu tertinggal)
T : Ah cupu lu! oke gue buatin ya! Email lo apa? rindagultom ya?
R : Mau buat apa ih tep, ntar juga ga gue urus coy!
T : Ga bisa - ga bisa! oke gue buat ya... Ntar gue aja yang urus.
      *asik sendiri utak atik path*
      Oke nama emailnya rindagultom@gmail.com // passwordnya apa ya... hmmm (ngomong sendiri)
R : Tep lo serius?
T : Yaiyalah...... ini udah jadi. gue mau add friends dulu ah yang banyak. siapa yaaa... Joanne, Sheila, Gabby, Grace, Stevie, hm siapa lagi ya.... (dan dia beneran add banyak -.-'). Nah udah deh sekarang gue mau posting - posting dulu ah pake path baru lo hahahahahahaha. hmm apa ya enaknya.... oh gue tau (emang nih orang gak ketolongan banget sih hahaha)
R : eh buset! lo serius?! gila ya.... coba sini gue liat! lo nge post apa? lo nge add siapa aja?!
T : udah lo tenang aja! hahahahaa (tertawanya selalu bikin insecure)

*tetiba kereta datang*
terpotonglah pembicaraan kita didalam kereta commuter line.
didalam situ, aku ingat sekali dia berkata

T : Yes! dah selesai nih hahahaahahah. Oke log out!
R : Ih sini liat! (rebut HPnya segercep mungkin dan ternyata emang udah ke log out). Eeeeehhh kok log out? IDnya apa? rindagultom@gmail.com kan? hmmmm passwordnya?!
T : Ada deh....
R : ih passwordnya apa?
T : stefansayang huruf kecil semua digabung ya
R : hahahaha gila lo..... yang serius ah! (dalam hati gue mendadak bingung sih kenapa jadi Stefan ya.... gila banget nih bocah. dia kan gatau apa-apa harusya)
T : serius gue, coba aja kalau ga percaya

dan Grace dibalik itu semua mendengar....
R : awas aja kalau boong ya...(gue coba mengetik password yang dibilang)
*Unlock!*

ternyata benar, passwordnya beneran itu...
tertawa geli sih didalam hati, tapi sekaligus malu. Grace yang mendengar tetawa terbahak - bahak.
Dan dia memberitakan hal ini kepada seluruh internal pengurus PO FEUI.
Aku bisa melihat mata Sheila dan Joanne seperti berbicara "Hahahah Rinda kesenengan tuh..."
-enggak kakak, aku cemash

Aku baru tersadar bahwa pemberitaan Firman Tuhan esok harinya akan dilakukan oleh Pak Mangapul Sagala, a.k.a bapaknya Stefan sendiri. Oke, stay cool ajalah ya...


Hari Tak Terduga
Pak Mangapul datang dihari kedua retreat PO FEUI untuk mengisi 2 sesi (kalau tidak salah). Sebagai seseorang yang menganggumi pelayanan beliau, aku duduk agak didepan (enggak sih, ini dipaksa duduk didepan, katanya.... suruh duduk dideket calon mertua dong. Kreatif abis).

Kalau sering mendengar Pak Mangapul khotbah untuk anak muda, pasti sering mendengar ceramah beliau terkait pasangan hidup. Dan tibalah ketika itu dilontarkan di retreat ini:
"Bahagia sekali tadi saya dijemput sama Bharata ya. Cowo yang bertanggung jawab itu. bahagia sekali pasti yang menjadi pasangannya. Kalau ngomongin pasangan hidup, saya juga lagi mendorong anak - anak saya ini lah supaya mendapatkan pasangan hidupnya didalam Tuhan, harus anak persekutuan. Saya paling mengagumi Stefan, walaupun dia anak saya, tapi saya termasuk fans beratnya juga. Iya saya dorong Stefan lah untuk cari pasangan hidupnya."

lalu apa yang terjadi? layaknya putri Indonesia, semua mata tertuju kepada gue dan ada suara teriakan kenceng
"CIE RINDA! Pak, Rinda nih pak sama Stefan!"
"Iya nih pak, Rinda anaknya baik nih pak"
"Pak, Rinda sama Stefan nih Pak. Cocok banget!"

malu pake banget.
Pak Mangapul mulai mencerna ucapan - ucapan itu dan bertanya:
"Siapa? Rinda? yang mana Rinda itu?"


"Itu pak didepan pak! Orang batak pak! Gultom"
"Itu pak, Asdos pak! Pinter lagi"

malu banget.
Seketika raut muka pak Mangapul terlihat sangat gembira ketika mulai mengenali bahwa Rinda yang dimaksud adalah gue....

singkat cerita, sebenarnya pak Mangapul mulai percaya bahwa gue dengan Stefan memang sudah saling kenal dan 'sedang' bergumul bareng.... padahal? padahal kenal aja kaga hahahahaha

ditengah - tengah khotbah Pak Mangapul bilang:
"Kita sama - sama berdoalah, biar Stefan dan Rinda ini jadi"

Aku, Sheila, dan Joanne hanya berpandang - pandangan dan tertawa dalam hati masing - masing.
Lucu kalau diingat ya.


AKHIRNYA KENALAN.
Aku mulai protes ke rekan sepelayanan karena kalau hal ini sampai ke telinga Stefan, semua bisa menjadi gawat dan rumit. Belum aja kenal, mungkin Stefan udah keburu menghindar kali dari gue.

"tolonglah, gue aja belum kenal... jangan gitulah"
"oke kak! besok PMKJ lo dateng ye! Gue kenalin!"

PMKJ saat itu berlangsung menyenangkan walaupun saat bersalam - salaman ekor mata gue memandang seluruh ruangan untuk melihat dimana Stefan. Tak lama, tangan gue ditarik oleh salah satu junior gue yang urat malu nya sudah lepas...... demi membuat gue berkenalan dengan Stefan, sesuai dengan janjinya saat itu.

terlepas dari momennya yang sebenarnya lucu dan memalukan, aku bisa merasakan bahwa cara Tuhan memperkenalkan kita berdua adalah tidak biasa.
Entah kenapa, perkenalan itu membuat ku mengingat doa ku yang sudah lama.... "jika Tuhan berkenan, ijinkanlah aku berkenalan"

aku kembali mendoakan si Pria itu karena Tuhan sudah mengijinkan aku berkenalan melalui momen itu; aku bertanya what's next? walaupun sebenarnya aku tidak berharap apapun dari hal itu. tetapi ada sesuatu yang mendorong aku untuk mendoakan dia. aku tidak menuntuk apapun saat itu, hanya berterimakasih saja karena sudah boleh berkenalan.

Waktu itu berlalu, dan tidak ada lagi momentum apapun untuk kita bisa lebih dekat. Stefan kembali melanjutkan kesibukannya di Paragita dan PO, aku kembali melanjutkan skripsi ku yang buntu, kepengurusanku di PO & magang ku yang melelahkan.

Ada satu kali momentum aku menghubungi dia untuk meminta bantuan. Oktober 2014, aku sedang membaca salah satu buku Papanya dan menemukan part yang aku tidak mengerti. Kemudian, aku meminta bantuan Stefan untuk menyampaikan pertanyaanku ini kepada beliau. Stefan adalah orang yang sangat kooperatif & tidak pernah berbasa basi. Apa yang ditanya, itu yang dijawab. Jika sudah selesai dan aku menyampai kan terimakasih, maka jawabannya adalah "oke, sama - sama"

tidak ada basa basi.
tidak ada kelanjutan cerita.
aku tetap mendoakannya (walaupun tidak terlalu rutin), tanpa suatu tujuan apapun. such a random thing, tapi aku sangat diyakinkan bahwa Tuhan akan melanjutkan kisahnya.

Komentar

Postingan Populer