Ujian Iman

Hari ini pikiranku terbang bersama dengan sebuah renunganku akhir - akhir ini.

Ketekunan dalam ujian iman.

Apa yang membuat Abraham tekun menjalani ujian iman? Bahkan untuk sesuatu yang tidak ia dapat lihat dalam rentang waktu yang singkat. 

Perintah Tuhan kepadanya "Pergilah dari Ur-Kasdim ke tanah yang Ku janjikan kepada mu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar"

Itu perintah pertama. Perintah mengawali datangnya berkat.
Semisal aku menjadi Abraham dikala itu, pasti aku akan melakukan hal yang sama. Karena Dia yang mengatakan itu tidak pernah ingkar janji.

Datang lagi perintah Tuhan kepada Abraham "Persembahkanlah Ishak, anak mu satu - satunya itu, yang engkau kasihi".

Kali ini tidak ada embel - embel berkat menyertai.

Ishak adalah anak yang diterima Abraham pada hari tuanya, anaknya satu - satunya. Bisa dipastikan hari itu adalah hari yang berat; menyita emosi dan pikiran. Mungkin ada waktu dimana Abraham bergumam "Dimana janji Tuhan? Setelah sekian lama baru punya anak satu, kemudian harus dipersembahkan sedemikian rupa. Dimana janji Nya untuk menjadikannya bangsa yang besar?"

Tapi Abraham melakukannya. Ia menang dengan ujian imannya.


Dan aku, sedang menjalani sebuah ujian iman. Semoga dengan ini, pertumbuhan imanku lebih baik lagi. Abraham dan orang - orang yang masuk digaleri Iman Ibrani 11 itu telah membuktikan, bahwa sehabis ujian iman, pelangi selalu ada.

Bersabarlah.

Komentar

Postingan Populer