Menghargai Keputusan
Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada mereka yang memahami keputusan saya.
Terimakasih tidak menghakimi, tidak membebani, tidak menambah runyam dan tidak mencoba untuk mendorong saya melakukan sesuatu yang berkebalikan dengan keputusan saya.
Terimakasih.
Kadang - kadang, tanpa disadari (mungkin saya pun kerap kali melakukannya), banyak orang yang mulai mencampuri kehidupan orang lain, alih - alih menjadi penasihat kehidupan. Opini mereka bukan terdengar seperti pendapat, tapi melainkan menyalahkan posisi yang saya ambil. Sebel juga sih, tapi saya tidak punya kuasa atau kendali atas apapun perkataan yang keluar dari mulut orang lain. Daripada dimasukin ke hati, saya pikir ada enaknya juga mendengarkan mereka tapi kemudian membalikkan segalanya dengan menanyakan "kenapa" sehingga mereka sendiri yang dapat mengambil kesimpulan.
Saya memahami usia saya sekarang adalah usia yang sangat masuk akan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Orang - orang yang sudah berpikir ketahap itu, menurut saya luar biasa karena mereka mampu mempersiapkan diri untuk setiap risiko ataupun permasalahan didepan.
Saya belum ingin. Belum mau menerima risiko, belum ingin memikirkan permasalahan itu semua. Sesederhana belum.
Komentar